Career switching ke dunia teknologi sering terdengar menakutkan, apalagi bagi yang sama sekali belum punya latar belakang IT. Kali ini kami membagikan perjalanan salah satu alumni yang berhasil melakukannya.
Titik Awal: Merasa Stuck di Karier Lama
Sebelum bergabung di bootcamp, ia bekerja di bidang administrasi selama beberapa tahun dan merasa perkembangan kariernya stagnan. Ketertarikan pada teknologi muncul setelah sering mencoba membuat perubahan kecil pada template website menggunakan tutorial online.
Proses Belajar di Bootcamp
Selama mengikuti program Full-Stack Web Development, ia mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara belajar dan pekerjaan lama. Konsistensi mengerjakan tugas mingguan dan pendampingan mentor menjadi kunci utama agar tidak tertinggal.
Yang bikin beda, aku nggak cuma belajar teori, tapi langsung praktik bikin proyek yang mirip sama pekerjaan aslinya nanti.
Membangun Portofolio yang Meyakinkan
Selama program, ia menyelesaikan tiga proyek utama: landing page company profile, aplikasi to-do list dengan autentikasi pengguna, dan sebuah platform sederhana untuk manajemen inventori toko. Ketiga proyek inilah yang menjadi andalan saat melamar pekerjaan.
Hasil: Diterima Sebagai Junior Software Engineer
Sekitar dua bulan setelah lulus, dengan dukungan review CV dan simulasi interview dari tim karier, ia berhasil diterima sebagai Junior Software Engineer di sebuah perusahaan rintisan di bidang logistik.
Kisah ini menunjukkan bahwa dengan strategi belajar yang tepat dan konsistensi, career switching ke dunia teknologi bukan hal yang mustahil, bahkan tanpa latar belakang IT sebelumnya.
